Birthday Create PUBG Mobile di protes karena mirip Kabah - Hippomu.com - Portal informasi yang menawarkan beragam konten menarik dan unik untuk para pembaca.

Advertise Bawah Header

Birthday Create PUBG Mobile di protes karena mirip Kabah

Birthday Create PUBG Mobile di protes karena mirip Kabah

Pemainan battle royale PUBG Mobile tengah dilanda sejumlah kasus, salah satunya masalah pengkajian fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara itu di sejumlah kota di India, PUBG juga dikabarkan telah diblokir. Kini, game milik Tencent menghadapi masalah baru yakni terancam diboikot oleh penggunanya, Kenapa? simak penjelasan berikut ini.

Game battle royale populer PUBG Mobile merayakan ulang tahunnya yang pertama. Ada berbagai event menarik yang diadakan PUBG Mobile untuk memperingati momen ulang tahunnya. Salah satunya adalah adanya Birthday Crate yang disebar di peta-peta pertarungan. Birthday Crate ini berbeda dengan Crate biasa, karena peti edisi ulang tahun itu tampil dengan desain berbeda dan item yang lebih menarik.

Namun, Birthday Crate itu ternyata mendapat pertentangan dari sejumlah penganut agama Islam di media sosial. Peti berwarna biru itu dianggap mirip dengan Kabah, tempat suci bagi umat Muslim yang berada di Arab Saudi.

Pemilihan desain ini semakin diprotes karena peti-peti itu nantinya harus ditembak untuk mengeluarkan item di dalamnya. Artinya, orang-orang tersebut melihat 'Kabah' yang ditembaki.

Sejumlah pemain PUBG Mobile dari berbagai negara pun menyuarakan protesnya di media sosial, bahkan sampai menyerukan boikot PUBG. Menyikapi protes itu, pihak PUBG Mobile bertindak cepat dan langsung mengganti desain Birthday Crate miliknya.

"Kami menghargai tanggapan Anda terkait Birthday Crate, dan kami meminta maaf atas hal ini. Kami akan mendesain ulang Birthday Crate dan merilisnya segera," tulis PUBG Mobile, lewat akun Twitter resminya.

Saat ini, game PUBG Mobile sedang digemari di berbagai negara, salah satunya di Indonesia. Namun, game yang diterbitkan oleh Tencent ini sedang dipermasalahkan di Indonesia karena dianggap membawa dampak negatif bagi masyarakat.

Sumber: kumparan.com, Tahukah Anda?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Load comments

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Postingan Terbaru

Advertise

Komentar Terbaru